Call Image

085228926767

roy_alminfa@yahoo.co.id

Location Image

Jl. Gajah No.20 Tahunan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta

Time Image

08:00 AM

04:00 PM

Aset-aset Bos First Travel Tidak Bisa Dijual

JAKARTA – Ribuan jamaah menjadi korban penipuan First Travel karena gagal diberangkatkan umrah dan banyak pihak meminta untuk aset yang dimiliki bos First Travel Andika Surachman-Anniesa Hasibuan untuk dijual untuk dijadikan uang sebagai ganti rugi. 

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul menjelaskan, aset tersebut tidaklah bisa dijual untuk ganti rugi, sebab nantinya aset tersebut akan menjadi barang bukti di peradilan.

“Kalau dalam kaitan penegakan hukum adalah mengungkap praktek perbuatan melawan hukum yang dilakukan tersangka, yang kemudian kita mengumpulkan sebanyak-banyaknya barang bukti yang kita ajukan kepada penuntut umum dan nanti disidang praperadilan,” ucap Martinus di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (9/4/2017).

Dalam mengumpulkan barang bukti, lanjut Martinus, ini tidak boleh kita kembalikan kepada korban kerana itu akan dibawa ke peradilan nanti. Yang bisa dilakukan oleh penyidik dalam upaya untuk mendapatkan aset sebanyak-banyaknya itu adalah meminta kepada tersangka aset-aset mana saja yang belum disebut oleh mereka.

“Dan kita juga meminta kepada masyarakat apabila mengetahui aset-aset mereka ini tolong diberitahukan kepada penyidik, yang kemudian penyidik melalui tindak pidanya pencucian uang akan menyita dan nanti pengadilanlah yang akan menentukan apakah ini akan dikembalikan atau tidak, itu adalah urusan pengadilan. Kalau pihak kepolisian tidak bisa karena proses penengakkan hukum itu tetap berjalan,” kata Martinus.

Sebelumnya diketahui, dari 72.682 orang pendaftar, First Travel baru memberangkatkan 14.000 orang, menyisakan sebanyak 58.682 calon jamaah yang masih terkatung-katung. PPATK sebelumnya juga telah meminta Polri membekukan rekening First Travel. Namun dari dua rekening perusahaan tersebut, saldonya hanya berkisar Rp1,3 juta hingga Rp1,5 juta.

Diketahui, Bareskrim menyita sejumlah aset milik bos First Travel. Selain empat rumah dan delapan perusahaan, polisi juga menyita sejumlah mobil mewah. Setidaknya ada lima mobil mewah yang disita polisi.

Andika Surachman selaku Direktur Utama dan Anniesa Hasibuan selaku Direktur, keduanya sudah ditetapkan tersangka. Kemudian, adik Anniesa, Siti Nuraidah atau Kiki Hasibuan selaku Komisaris dan Manajer Keuangan yang turut ditetapkan sebagai tersangka.

Polisi juga memblokir 13 rekening dengan rincian tiga rekening atas nama tersangka Andika Surachman, dua atas nama tersangka Anniesa Hasibuan, satu atas nama Kiki Hasibuan. Lalu, tiga rekening atas nama PT Anniesa Hasibuan dan empat rekening atas nama PT First Anugerah Travel.

Sementara daftar rumah yang disita polisi ada satu unit rumah di Jalan Venesia Selatan No. 99 Sentul City RT 001/005, Sumur Batu, Babakan Madang, Bogor, Jawa Barat. Satu unit rumah atau Kantor First Travel di Jalan Radar Auri No. 1 Cimanggi, Depok, Jawa Barat.

Satu unit rumah di Cluster Vasa Kebagusan, Jalan Kebagusan Dalam IV No. 550 , Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Satu unit rumah di Jalan RTM, Tugu, Cimanggis, Depok, Jawa Barat.

Untuk delapan perusahaan yang disita adalah PT Interculture Tourindo; PT Yamin Duta Makmur; PT. Hijrah Bersama Taqwa; PT Bintang Balindo Semesta; PT. Anugerah Nusantara Mandiri Prima; PT Anugerah Karya Teknologi; PT. Anniesa Hasibuan Fashion; Yayasan First.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul sebelumnya mengungkapkan, dengan disitanya delapan perusahaan itu, pihaknya tengah menelisik Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Sejauh ini, kedelapan perusahaan itu sudah dimintakan kepada Direktorat Jenderal (Ditjen) Administrasi Hukum Umum (AHU) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) untuk dihentikan operasinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat